WhatsApp Image 2021-06-28 at 23.11.19 (1)

Medan – Himpunan Pendidik dan Peneliti Biologi Indonesia (HPPBI) Wilayah Sumatera Utara, dibawah kepengurusan Dr. Hasruddin, M.Pd, telah menggelar webinar bertepatan hari Sabtu, tanggal 26 Juni 2021 bertemakan Kajian Geopark Kaldera Toba. Tepat pukul 09.00 WIB, acara dibuka langsung oleh ketua HPPBI Pusat, Dr. Drs. Mushawwir Taiyeb, M. Kes.

Pada penyampaian materi pertama yang dibawakan oleh Prof. Dr.rer.nat Binari Manurung, M.Si dengan topik Peran HPPBI dalam mensukseskan Kaldera Toba sebagai Destinasi Wisata Super Prioritas dan Geopark Toba, disampaikan bahwa peran HPPBI sangat strategis meliputi 3 pilar Geopark yaitu sebagai Konservasi, Edukasi dan Pemberdayaan Masyarakat.

Dari segi konservasi alamnya, masih dibutuhkan informasi tentang 16 Geosite yang belakangan berkemabang menjadi 48 Geosite, dari segi pendokumentasi flora dan fauna yang terdapat di dalamnya, beserta pembuatan barcode terhadap dokumentasi tersebut. HPPBI dapat mengambil peran pada bagian ini.

Dari segi Edukasi, HPPBI  dapat melakukan sosialisasi untuk mencintai kaldera Toba, sehingga aktifitas manusia yang dilakukan di sana, diharapkan sepenuhnya kesadaran untuk mempertimbangkan pemeliharaan daerah tersebut.

Dari segi Pemberdayaan masyarakat, HPPBI dapat melatih masyarakat setempat sebagai pemandu wisata dan agrowisata di sana, sehingga masyarakat setempat merasa termanfaatkan di kampung sendiri.

Pemateri kedua Siti Khadijah Rambe, M.Sc., Ph.D dengan topik Penyediaan Informasi Digital Identitas dari kawasan Danau Toba, mengungkapkan bahwa pemateri telah menciptakan Panel yang ditempatkan di kawasan wisata dan dapat diakses pengunjung untuk mengetahui informasi tentang flora yang ada di sana. Informasi data flora tersebut dipaparkan secara detail dan dihubungkan dengan web.

Panel ini menyampaikan informasi “trees online”, mulai dari namanya, baik nama Latin ataupun nama daerahnya, kandungan flora tersebut, dan kemanfaatannya di tengah masyarakat.

Penyedia informasi digital yang dihubungkan dengan web ini, berisi tentang: Publikasi data, Profesional Data dan Partisipasi masyarakat dan Profesor yang bersifat open data (berupa mega data), serta dapat diakses dengan mudah bagi siapa saja yang membutuhkan informasi.

Hal terpenting yang menjadi tujuan dibuatnya teknologi panel pencatat data ini adalah agar masyarakat memiliki “Sense of Belonging” (rasa perduli), terhadap Sumber Daya Alam yang berlimpah di daerahnya sendiri, sehingga mau menjaga dan melestarikannya.

Selanjutnya pemateri ketiga yaitu Dra. Nurhasnah Manurung, M.Pd menyambaikan bahwa, beliau sudah melakukan penelitian mendalam terhadap 1 Geosite dari 16 yang ada yakni Taman Eden. Taman ini menyimpan keanekaragaman flora dan fauna yang sangat banyak dan belum teridentifikasi keseluruhannya. Telah ditemukan nama daerah, nama Latin dan kemanfaatannya bagi masyarakat.  Hal paling unik di taman ini, banyak tanaman yang bukan tanaman asli daerah tersebut, namun sengaja dibawa dari daerah lain. Tanaman-tanaman tersebut ditempatkan pada lokasi Bank Tanaman serta dituliskan nama tokoh yang membawanya.

Dalam sesi tanya jawab, Edison Manurung, SH, MH selaku Ketua Umum DPP Komite Masyarakat Danau Toba dan Ibu Debby Panjaitan dari Dinas Pariwisata SUMUT sangat mengapresiasi kegiatan ini karena mereka merasa seperti menemukan partner kerja di dalam pengelolaan Danau Toba.

Acara yang dipandu oleh Dr. Srie Faizah Lisnasari, M.Si ini, diikuti lebih kurang 200 peserta dan ditutup sekitar pukul 12.00 WIB dan ditandai dengan foto bersama.(srie2502)

WhatsApp Image 2021-06-28 at 23.11.19 (2) WhatsApp Image 2021-06-28 at 23.11.19 WhatsApp Image 2021-06-28 at 23.11.20

Materi 1

Download

2. Khadijah6Jun21

Download

PPT WEBINAR HPPBI Nurhasnah Manurung

Download

Leave a Comment