Diskusi Ilmiah Online HPPBI Pusat Seri 4 berlangsung pada tanggal 22 Mei 2020, pukul 13.00, mengangkat tema Peran Perempuan dalam Etnokonservasi dengan narasumber: Dr. Muh. Nasir Tamalene, dosen di Universitas Khairun Ternate, peneliti bidang etnobiologi Indonesia, dan sekaligus Ketua  HPPBI Wilayah Maluku Utara.

Pemateri memaparkan tentang bagaimana peran aktif perempuan dalam pelestarian alam, khususnya terkait dengan konservasi flora fauna lokal. Etnokonservasi menurut Dr. Tamalene merupakan kegaiatan pemanfaatan, perlindungan, pengelolaan dan pelestarian dengan pendekatan budaya dan religi oleh suatu komunitas masyarakat atau etnis tertentu yang bernilai bijaksana (Wisdom) Yang dipraktikan secara turun temurun menggunakan aturan adat/tidak yang dijalankan secara berkelanjutan melalui proses pendidikan keluarga dan masyarakat

Dr. Tamalene telah melakukan penelitian pada Suku Togutil di Pulau Halmahera dan memetakan zona etnokonservasi pada suku tersebut, yaitu Zona Pemanfaatan, zona hutan larangan, zona tanaman pangan, zona berburu, zona pemukiman, zona tanaman obat, zona sumber air, dan zona berladang.

Narasumber berpendapat bahwa peran perempuan pada etnokonservasi di sebuah daerah adalah sebagai:
1. pengelola lingkungan alam
2. pelaku rehabilitasi lingkungan dalam pembangunan berkelanjutan
3. inovator dalam penggunaan teknologi tepat guna dalam menciptakan lingkungan baru

Kedekatan perempuan dengan keanekaragaman hayati menyebabkan perempuan memiliki sikap yang lebih sensitif terhadap ketidakseimbangan kondisi alam (Shiva 1988, Aryal dan Zoebisch 2004, Agarwal 2009).

Selain membahas peran perempuan di berbagai belahan dunia pada etnokonservasi, narasumber juga mengungkapkan keragaman peran perempuan di suku-suku di Indonesia.

Materi diskusi dapat disimak di bawah ini:

DISKUSI ILMIAH Etnokonservasi HPPBI 2020

Adapun video Diskusi Ilmiah dapat disimak di channel youtube HPPBI

Video Diskusi Dr. Tamalene

 

 

Leave a Comment